Kehidupan dengan bertekhnologikan komputer merupakan hal yang biasa dalam kehidupan manusia pada zaman modern ini. Bagi sebagian orang, komputer terlihat seperti "manusia" buatan. Hal ini dikarenakan komputer terlihat dapat berpikir. Komputer dapat menyelesaikan beberapa pekerjaan manusia dengan lebih cepat. Misal, untuk menghitung perkalian 635 dengan 21783, secara manual, manusia dapat meyelesaikannya dalam waktu beberapa menit saja. Tetapi bagi komputer, hal itu dapat diselesaikan dalam beberapa detik saja. Karena alasan inilah, sebagian manusia menganggap komputer dapat berpikir.
Anggapan ini tidaklah sepenuhnya salah tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Perlu diketahui bahwa komputer adalah benda buatan manusia. komputer terlihat seperti dapat berpikir karena komputer tersebut memang dibuat oleh manusia untuk membantu kegiatan-kegiatan manusia, agar pekerjaan menjadi lebih cepat, efisien dan dengan keakuratan yg tinggi. Komputer memang sudah diprogram oleh manusia untuk "berpikir" dan dapat menyelesaikan pekerjaan manusia. Dalam hal ini konteks berpikir dikaitkan dengan melakukan proses sendiri. Untuk mengetahui komputer dapat berpikir maka kita juga perlu mengetahui prosesnya. Ada tiga tahap penting dalam komputer yaitu Input, Proses, Output. Para user perlu menginputkan suatu data yang yang hendak diproses. Setelah selesai pemrosesan, maka komputer akan mengeluarkan hasil yg dinamakan output. Proses tersebutlah yang membuat komputer berpikir.
Komputer dapat berpikir dan mengerjakan sesuatu yang kompleks karena dibuat oleh manusia agar dapat berpikir dan dapat membantu pekerjaan-pekerjaan manusia. Nah, apakah komputer dapat menambah pikirannya sendiri? Tentunya ini adalah pertanyaan yang sering muncul. Untuk mengetahui hal tersebut, kita perlu mengetahui proses yang dilakukan komputer lebih dalam lagi. Sebagai bayangan, mari kita mengambil 2 contoh komputer yang biasa dipakai sehari-hari yaitu mesin ATM dan komputer kasir. Ketika kita memiliki suatu nomor rekening di bank danmendapat kartu ATM, maka kita dapat mengakses semua cabang ATM bank tersebut di seluruh Indonesia. Padahal kita hanya daftar di satu tempat saja. Hal ini terlihat seperti komputer dapat menambah pikirannya tentang data diri kita. Sedangkan komputer kasir dapat mendeteksi barang-barang yang sudah tercantum dalam database. Jika tidak ada daftarnya maka otomatis komputer tersebut menolak. Agar barang tersebut dapat di scan maka perlu didaftarkan secara manual dalam database. Dalam 2 contoh ini terdapat dua kenyataan yg sangat bertolak belakang.
Jika diperhatikan dari perbandingan diatas, maka terlihat bahwa komputer dapat menambah pikirannya sendiri jika diinginkan. Manusia dapat menciptakan komputer yang dapat menambah pikirannya sendiri jika diinginkan. Komputer tidak dapat menambah pikirannya sendiri secara langsung, melainkan dibuat oleh manusia agar dapat menambah pikirannya sendiri.
Anggapan ini tidaklah sepenuhnya salah tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Perlu diketahui bahwa komputer adalah benda buatan manusia. komputer terlihat seperti dapat berpikir karena komputer tersebut memang dibuat oleh manusia untuk membantu kegiatan-kegiatan manusia, agar pekerjaan menjadi lebih cepat, efisien dan dengan keakuratan yg tinggi. Komputer memang sudah diprogram oleh manusia untuk "berpikir" dan dapat menyelesaikan pekerjaan manusia. Dalam hal ini konteks berpikir dikaitkan dengan melakukan proses sendiri. Untuk mengetahui komputer dapat berpikir maka kita juga perlu mengetahui prosesnya. Ada tiga tahap penting dalam komputer yaitu Input, Proses, Output. Para user perlu menginputkan suatu data yang yang hendak diproses. Setelah selesai pemrosesan, maka komputer akan mengeluarkan hasil yg dinamakan output. Proses tersebutlah yang membuat komputer berpikir.
Komputer dapat berpikir dan mengerjakan sesuatu yang kompleks karena dibuat oleh manusia agar dapat berpikir dan dapat membantu pekerjaan-pekerjaan manusia. Nah, apakah komputer dapat menambah pikirannya sendiri? Tentunya ini adalah pertanyaan yang sering muncul. Untuk mengetahui hal tersebut, kita perlu mengetahui proses yang dilakukan komputer lebih dalam lagi. Sebagai bayangan, mari kita mengambil 2 contoh komputer yang biasa dipakai sehari-hari yaitu mesin ATM dan komputer kasir. Ketika kita memiliki suatu nomor rekening di bank danmendapat kartu ATM, maka kita dapat mengakses semua cabang ATM bank tersebut di seluruh Indonesia. Padahal kita hanya daftar di satu tempat saja. Hal ini terlihat seperti komputer dapat menambah pikirannya tentang data diri kita. Sedangkan komputer kasir dapat mendeteksi barang-barang yang sudah tercantum dalam database. Jika tidak ada daftarnya maka otomatis komputer tersebut menolak. Agar barang tersebut dapat di scan maka perlu didaftarkan secara manual dalam database. Dalam 2 contoh ini terdapat dua kenyataan yg sangat bertolak belakang.
Jika diperhatikan dari perbandingan diatas, maka terlihat bahwa komputer dapat menambah pikirannya sendiri jika diinginkan. Manusia dapat menciptakan komputer yang dapat menambah pikirannya sendiri jika diinginkan. Komputer tidak dapat menambah pikirannya sendiri secara langsung, melainkan dibuat oleh manusia agar dapat menambah pikirannya sendiri.
No comments:
Post a Comment