Tentunya kita sudah mengetahui ketiga bagian penting komputer yaitu Hardware, Software, dan Brainware. Dalam hal ini kita lebih terfokus pada Hardware. Jika kita mencoba atau pernah membongkar komputer kita, maka akan tampak susunan IC dan alat-alat elektronik lainnya. Memang komputer merupakan perangkat elektronik. Komputer terbentuk dari alat-alat elektronik yang disusun dan diciptakan sedemikian rupa sehingga dapat beroperasi seperti komputer yang kita gunakan sekarang ini. Tentunya dalam prosesnya, komputer terus menerus mengalami pembaharuan dan perbaikan. Pada tahun 1937, Dr. John V. Atanasoff dan Clifford Berry merancang dan membuat komputer elektronik digital pertama. Mesin meraka, Atanasoff-Berry-Computer, atau ABC, menjadi fondasi bagi kemajuan komputer digital Elektronik. Pada tahun 1943, selama perang dunia II, ilmuwan inggris Alan Turning merancang Colossus, sebuah komputer elektronik yang diciptakan bagi pihak militer untuk memecahkan kode-kode peran Jerman. Keberadaan komputer ini dirahasiakan hingga 1970-an. Pada tahun 1945, John von Neumann menciptakan prototipe untuk komputer-komputer generasi selanjutnya di dunia. Dari ketiga hal ini terlihat jelas bahwa komputer pertma kali dibuat dari susunan elektronik sederhana sehingga membentuk komputer digital Elektronik. Hal ini membuktikan bahwa Ilmu komuter sebenarnya berasal dari Ilmu Elektro.
Wednesday, February 18, 2009
Apa sih Komputer itu?
Dalam mendalami ilmu komputer tentunya kita juga harus tahu menahu tentang komputer secara umum. Komputer adalah suatu perangkat yang digunakan untuk mengolah data yang diinputkan sehingga mengeluarkan suatu hasil atau output yang berguna bagi pemakai. Banyak sekali definisi dari komputer. Menurut Yusuf, Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Komputer memiliki 3 komponen penting yaitu Hardware, Software, dan Brainware. Hardware adalah perangkat keras atau perangkat dalam bentuk fisik seperti Monitor, System uNIT, keyboard, Mouse, Printer dan sebagainya. Hardware dapat juga diartikan sebagai alat atau mesin. Sedangkan software adalah perangkat lunak. Dalam suatu komputer, tentunya komputer tidak dapat beroperasi jika tidak ada program atau sistem yang menjalankannya. Program-program inilah yang disebut software. Beberapa contoh software adalah system operasi (Windows, Mac OS, Linux), Microsoft Word, Microsoft Excel, Dreamweaver dan sebagainya. Sedangkan yang terakhir adalah Brainware. Brainware adalah pengguna / user yaitu manuusia. Tanpa Manusia tentunya komputer tidak dapat beroperasi. Manusialah yang menjalankan segala aktifitas dalam komputer tersebut sehingga komputer dapat berjalan dan berguna. Sebenarnya banyak sekali penerapan komputer dalam kehidupan sehari-hari. Misal, ATM, Kasir, PC, Notebook, dan lain sebagainya.
Benarkah Komputer dapat Berpikir?
Komputer merupakan benda buatan manusia. Mengapa komputer dapat berpikir? Bukankah komputer benda mati? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang sering muncul dalam kehidupan manusia. Manusia selalu menganggap komputer hampur sama dengan manusia, malah beberapa orang berpikir manusia di masa depan akan dikendalikan oleh komputer. Anggapan ini muncul karena sebagian orang beranggapan manusia dapat berpikir. Padahal sebenarnya komputer tidaklah benar-benar berpikir. Anggapan "berpikir" sebenarnya adalah proses yang dilakukan oleh komputer berdasarkan ciptaan dan implementasi pikiran manusia kepada komputer. Komputer merupakan implementasi dari hasil pemikiran manusia, sehingga terlihat bahwa komputerlah yang berpikir. Tetapi sebenarnya adalah komputer tersebut hanya menjalankan proses yang telah dibuat dan diatur sendiri oleh manusia.
Sebagai bayangan contoh adalah program yang dapat membuat gambar kotak berdasarkan inputan panjang sisi. Ketika kita menginputkan panjang sisi kotak, secara otomatis kotak tersebut langsung terbentuk seakan komputer tersebut dapat berpkir sendiri dan membuat bentuk tersebut. Tetapi jika program tersebut dibongkar, maka akan terlihat rumus-rumus yang membuat program tersebut dapat membuat bentuk kotak tersebut. Tentu saja rumus-rumus tersebut adalah hasil pemikiran manusia yang diimplementasikan dalam rumus dan kemudian dimasukkan ke dalam komputer untuk menciptakan program tersebut. Dari contoh kasus ini terlihat bukti bahwa komputer tidaklah dapat berpikir sendiri, melainkan hasil pemikiran manusia yang diimplementasikan ke dalam komputer dalam bentuk program.
Sebagai bayangan contoh adalah program yang dapat membuat gambar kotak berdasarkan inputan panjang sisi. Ketika kita menginputkan panjang sisi kotak, secara otomatis kotak tersebut langsung terbentuk seakan komputer tersebut dapat berpkir sendiri dan membuat bentuk tersebut. Tetapi jika program tersebut dibongkar, maka akan terlihat rumus-rumus yang membuat program tersebut dapat membuat bentuk kotak tersebut. Tentu saja rumus-rumus tersebut adalah hasil pemikiran manusia yang diimplementasikan dalam rumus dan kemudian dimasukkan ke dalam komputer untuk menciptakan program tersebut. Dari contoh kasus ini terlihat bukti bahwa komputer tidaklah dapat berpikir sendiri, melainkan hasil pemikiran manusia yang diimplementasikan ke dalam komputer dalam bentuk program.
Mengapa Komputer bisa berpikir?
Kehidupan dengan bertekhnologikan komputer merupakan hal yang biasa dalam kehidupan manusia pada zaman modern ini. Bagi sebagian orang, komputer terlihat seperti "manusia" buatan. Hal ini dikarenakan komputer terlihat dapat berpikir. Komputer dapat menyelesaikan beberapa pekerjaan manusia dengan lebih cepat. Misal, untuk menghitung perkalian 635 dengan 21783, secara manual, manusia dapat meyelesaikannya dalam waktu beberapa menit saja. Tetapi bagi komputer, hal itu dapat diselesaikan dalam beberapa detik saja. Karena alasan inilah, sebagian manusia menganggap komputer dapat berpikir.
Anggapan ini tidaklah sepenuhnya salah tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Perlu diketahui bahwa komputer adalah benda buatan manusia. komputer terlihat seperti dapat berpikir karena komputer tersebut memang dibuat oleh manusia untuk membantu kegiatan-kegiatan manusia, agar pekerjaan menjadi lebih cepat, efisien dan dengan keakuratan yg tinggi. Komputer memang sudah diprogram oleh manusia untuk "berpikir" dan dapat menyelesaikan pekerjaan manusia. Dalam hal ini konteks berpikir dikaitkan dengan melakukan proses sendiri. Untuk mengetahui komputer dapat berpikir maka kita juga perlu mengetahui prosesnya. Ada tiga tahap penting dalam komputer yaitu Input, Proses, Output. Para user perlu menginputkan suatu data yang yang hendak diproses. Setelah selesai pemrosesan, maka komputer akan mengeluarkan hasil yg dinamakan output. Proses tersebutlah yang membuat komputer berpikir.
Komputer dapat berpikir dan mengerjakan sesuatu yang kompleks karena dibuat oleh manusia agar dapat berpikir dan dapat membantu pekerjaan-pekerjaan manusia. Nah, apakah komputer dapat menambah pikirannya sendiri? Tentunya ini adalah pertanyaan yang sering muncul. Untuk mengetahui hal tersebut, kita perlu mengetahui proses yang dilakukan komputer lebih dalam lagi. Sebagai bayangan, mari kita mengambil 2 contoh komputer yang biasa dipakai sehari-hari yaitu mesin ATM dan komputer kasir. Ketika kita memiliki suatu nomor rekening di bank danmendapat kartu ATM, maka kita dapat mengakses semua cabang ATM bank tersebut di seluruh Indonesia. Padahal kita hanya daftar di satu tempat saja. Hal ini terlihat seperti komputer dapat menambah pikirannya tentang data diri kita. Sedangkan komputer kasir dapat mendeteksi barang-barang yang sudah tercantum dalam database. Jika tidak ada daftarnya maka otomatis komputer tersebut menolak. Agar barang tersebut dapat di scan maka perlu didaftarkan secara manual dalam database. Dalam 2 contoh ini terdapat dua kenyataan yg sangat bertolak belakang.
Jika diperhatikan dari perbandingan diatas, maka terlihat bahwa komputer dapat menambah pikirannya sendiri jika diinginkan. Manusia dapat menciptakan komputer yang dapat menambah pikirannya sendiri jika diinginkan. Komputer tidak dapat menambah pikirannya sendiri secara langsung, melainkan dibuat oleh manusia agar dapat menambah pikirannya sendiri.
Anggapan ini tidaklah sepenuhnya salah tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Perlu diketahui bahwa komputer adalah benda buatan manusia. komputer terlihat seperti dapat berpikir karena komputer tersebut memang dibuat oleh manusia untuk membantu kegiatan-kegiatan manusia, agar pekerjaan menjadi lebih cepat, efisien dan dengan keakuratan yg tinggi. Komputer memang sudah diprogram oleh manusia untuk "berpikir" dan dapat menyelesaikan pekerjaan manusia. Dalam hal ini konteks berpikir dikaitkan dengan melakukan proses sendiri. Untuk mengetahui komputer dapat berpikir maka kita juga perlu mengetahui prosesnya. Ada tiga tahap penting dalam komputer yaitu Input, Proses, Output. Para user perlu menginputkan suatu data yang yang hendak diproses. Setelah selesai pemrosesan, maka komputer akan mengeluarkan hasil yg dinamakan output. Proses tersebutlah yang membuat komputer berpikir.
Komputer dapat berpikir dan mengerjakan sesuatu yang kompleks karena dibuat oleh manusia agar dapat berpikir dan dapat membantu pekerjaan-pekerjaan manusia. Nah, apakah komputer dapat menambah pikirannya sendiri? Tentunya ini adalah pertanyaan yang sering muncul. Untuk mengetahui hal tersebut, kita perlu mengetahui proses yang dilakukan komputer lebih dalam lagi. Sebagai bayangan, mari kita mengambil 2 contoh komputer yang biasa dipakai sehari-hari yaitu mesin ATM dan komputer kasir. Ketika kita memiliki suatu nomor rekening di bank danmendapat kartu ATM, maka kita dapat mengakses semua cabang ATM bank tersebut di seluruh Indonesia. Padahal kita hanya daftar di satu tempat saja. Hal ini terlihat seperti komputer dapat menambah pikirannya tentang data diri kita. Sedangkan komputer kasir dapat mendeteksi barang-barang yang sudah tercantum dalam database. Jika tidak ada daftarnya maka otomatis komputer tersebut menolak. Agar barang tersebut dapat di scan maka perlu didaftarkan secara manual dalam database. Dalam 2 contoh ini terdapat dua kenyataan yg sangat bertolak belakang.
Jika diperhatikan dari perbandingan diatas, maka terlihat bahwa komputer dapat menambah pikirannya sendiri jika diinginkan. Manusia dapat menciptakan komputer yang dapat menambah pikirannya sendiri jika diinginkan. Komputer tidak dapat menambah pikirannya sendiri secara langsung, melainkan dibuat oleh manusia agar dapat menambah pikirannya sendiri.
Tuesday, February 10, 2009
Apakah Tujuan Anda???

Manusia dalam melakukan sesuatu hal, tentunya memiliki suatu tujuan yang ingin dicapai entah tujuan tersebut bersifat negatif ataupun positif. Misalnya saja dalam hal sekolah ataupun kuliah. Apakah tujuan kita? Ada yg menyebut ingin pintar, ingin menimba Ilmu dan lain sebagainya. Tetapi tidak sedikit juga yang mengatakan disuruh orang tua, terpaksa, dan sebagainya. Dari contoh tersebut kita melihat banyak sekali macam dari tujuan untuk satu kegiatan saja. Sebagai bahan sharing, saya pun ingin sedikit mensharingkan tujuan serta keinginan saya dalam sekolah dan kuliah di iSTTS jurusan Strata 1 Informatika.
Pada awal saya sekolah TK hingga SMP, saya hanya merasa bahwa sekolah itu sesuatu yg menyebalkan dan hanya bikin repot saja. Bagaimana tidak, setiap hari kita harus bagun pagi-pagi, pergi sekolah, belajar, kerja tugas dan ujian. Yang ada hanya belajar dan belajar. Toh kita hidup kan untuk mati. Setelah kita mati, kita tidak akan membawa apa-apa termasuk pelajaran. Tetapi, jalan pikiran tersebut mulai berubah ketika saya mulai memasuki masa SMA. Saya merasa tertarik ke beberapa pelajaran yg salah satunya adalah Komputer. Begitu hebatnya komputer sehingg dapat menyelesaikan soal matematika yang sulit hanya dalam hitungan seperdetik. Yang membuat saya lebih tertarik lagi adalah teknologi masa depan dengan komputer. Kebetulan topik tersebut sedang diseminarkan.
Bagi saya, teknologi masa depan sangat menakjubkan. Segala sesuatu dapat berjalan otomatis dengan komputer. Komputer masa depan tidak lagi berbentuk komputer atau laptop. Tetapi sudah berbentuk ballpoint. Begitu menakjubkan benda sekecil itu dapat melakukan banyak hal. Keyboard dimasa depan tidak lagi menggunakan keyboard fisik lagi. Tetapi sudah berbentuk virtual seperi cahaya. Selain itu, dengan komputer di masa depan, semuanya berjalan begitu praktis. Kulkas pun dapat mendeteksi kebutuhan apa saja yg sudah habis dan secara otomatis memesan barang atau kebutuhan tersebut ke toko terdekat melalui internet. Telepon tidak lagi hanya dapat mengeluarkan suara saja, tetapi dapat menampilkan bentuk 3 dimensi lawan bicara kita, sehingga bagi kita terasa seperti sedang bertemu secara langsung.
Selain itu, banyak sekali teknologi masa depan yang lain. Salah satunya adalah nano teknologi. Yaitu teknologi dimana berproporsi dalam nanometer. Nano teknologi inilah yang mendasari munculnya teknologi komputer masa depan yang serba canggih dan sangat sederhana dalam bentuk ukurannya yaitu ukuran yang super kecil. Nah, Bagaimana dengan teknologi nano dan komputer jika digabungkan? Pada kehidupan masa depan dengan nano teknologi, sangat memungkinkan bahwa rumah tidaklah lagi berpintu. Pintu yg biasa dipasang dalam rumah diganti dengan nano teknologi, yaitu membuat dinding menjadi dapat ditembus serta diatur oleh komputer. Bahkan dengan komputer, segala kegiatan rumah yang sudah berteknologikan nano tersebut dapat diatur sedemikian rupa sesuai dengan keinginan sang pemilik. Hal-hal inilah yang membuat saya tertarik untuk lebih dalam mempelajari komputer. Semakin sulit pelajaran komputer tersebut, semakin tertantang saya untuk menyelesaikannya.
Selain dalam hal teknologi masa depan, alaan lain yang membuat saya tertarik adalah segi komunikasinya. Komunikasi adalah kebutuhan pokok manusia. Manusia hidup dengan selalu berinteraksi dengan orang lain. Dengan ilmu komputer dan Internet, tidaklah mustahil kita dapat berinteraksi dengan sesama kita yang jauhnya ratusan kilomater. Berbeda dengan telepon. Telepon hanya dapat mengeluarkan suara saja. Sedangkan dengan komputer, kita bahkan dapat melihat secara langsung lawan bicara kita. Selain itu masih banyak macam dari alat komunikasi dengan komputer. Misal: E-mail, Messenger, Forum, dan lain sebagainya. Hal-hal ini begitu menarik bagi saya untuk dipelajari. Bukan dipelajari cara menggunakannya, tetapi mempelahari cara membuatnya atau bahkan merubahnya sehingga menjadi lebih efisien.
Pada awal saya sekolah TK hingga SMP, saya hanya merasa bahwa sekolah itu sesuatu yg menyebalkan dan hanya bikin repot saja. Bagaimana tidak, setiap hari kita harus bagun pagi-pagi, pergi sekolah, belajar, kerja tugas dan ujian. Yang ada hanya belajar dan belajar. Toh kita hidup kan untuk mati. Setelah kita mati, kita tidak akan membawa apa-apa termasuk pelajaran. Tetapi, jalan pikiran tersebut mulai berubah ketika saya mulai memasuki masa SMA. Saya merasa tertarik ke beberapa pelajaran yg salah satunya adalah Komputer. Begitu hebatnya komputer sehingg dapat menyelesaikan soal matematika yang sulit hanya dalam hitungan seperdetik. Yang membuat saya lebih tertarik lagi adalah teknologi masa depan dengan komputer. Kebetulan topik tersebut sedang diseminarkan.
Bagi saya, teknologi masa depan sangat menakjubkan. Segala sesuatu dapat berjalan otomatis dengan komputer. Komputer masa depan tidak lagi berbentuk komputer atau laptop. Tetapi sudah berbentuk ballpoint. Begitu menakjubkan benda sekecil itu dapat melakukan banyak hal. Keyboard dimasa depan tidak lagi menggunakan keyboard fisik lagi. Tetapi sudah berbentuk virtual seperi cahaya. Selain itu, dengan komputer di masa depan, semuanya berjalan begitu praktis. Kulkas pun dapat mendeteksi kebutuhan apa saja yg sudah habis dan secara otomatis memesan barang atau kebutuhan tersebut ke toko terdekat melalui internet. Telepon tidak lagi hanya dapat mengeluarkan suara saja, tetapi dapat menampilkan bentuk 3 dimensi lawan bicara kita, sehingga bagi kita terasa seperti sedang bertemu secara langsung.Selain itu, banyak sekali teknologi masa depan yang lain. Salah satunya adalah nano teknologi. Yaitu teknologi dimana berproporsi dalam nanometer. Nano teknologi inilah yang mendasari munculnya teknologi komputer masa depan yang serba canggih dan sangat sederhana dalam bentuk ukurannya yaitu ukuran yang super kecil. Nah, Bagaimana dengan teknologi nano dan komputer jika digabungkan? Pada kehidupan masa depan dengan nano teknologi, sangat memungkinkan bahwa rumah tidaklah lagi berpintu. Pintu yg biasa dipasang dalam rumah diganti dengan nano teknologi, yaitu membuat dinding menjadi dapat ditembus serta diatur oleh komputer. Bahkan dengan komputer, segala kegiatan rumah yang sudah berteknologikan nano tersebut dapat diatur sedemikian rupa sesuai dengan keinginan sang pemilik. Hal-hal inilah yang membuat saya tertarik untuk lebih dalam mempelajari komputer. Semakin sulit pelajaran komputer tersebut, semakin tertantang saya untuk menyelesaikannya.
Selain dalam hal teknologi masa depan, alaan lain yang membuat saya tertarik adalah segi komunikasinya. Komunikasi adalah kebutuhan pokok manusia. Manusia hidup dengan selalu berinteraksi dengan orang lain. Dengan ilmu komputer dan Internet, tidaklah mustahil kita dapat berinteraksi dengan sesama kita yang jauhnya ratusan kilomater. Berbeda dengan telepon. Telepon hanya dapat mengeluarkan suara saja. Sedangkan dengan komputer, kita bahkan dapat melihat secara langsung lawan bicara kita. Selain itu masih banyak macam dari alat komunikasi dengan komputer. Misal: E-mail, Messenger, Forum, dan lain sebagainya. Hal-hal ini begitu menarik bagi saya untuk dipelajari. Bukan dipelajari cara menggunakannya, tetapi mempelahari cara membuatnya atau bahkan merubahnya sehingga menjadi lebih efisien.Tentunya alasan yang mendasar yang membuat saya memasuki jurusan Informatika adalah keingintahuan saya tentang komputer. Tentunya setiap orang memiliki pandangan atau alasan yang berbeda. Tetapi hal ini adalah sharing yang dapat saya berikan untuk menginspirasi pembaca. Semoga sharing dari saya ini dapat berguna bagi kita semua.
by: Jevon E T S / 208115788
by: Jevon E T S / 208115788
Subscribe to:
Posts (Atom)